TRIBUNNEWS.COM, PALANGKARAYA – Penumpang Lion Air nyaris baku hantam dengan petugas keamanan Bandar Udara (Bandara) Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (26/1/2012).
Para penumpang itu kesal karena menganggap pesawat berangkat lebih cepat tanpa pemberitahuan sehingga mereka ditinggal di bandara.
Cornelius Sapolete (35), penumpang yang ketinggalan pesawat tersebut menjelaskan, jumlah penumpang yang dirugikan sebanyak sembilan orang. Para penumpang lalu menyampaikan pengaduan di loket Lion Air.
Keberangkatan pesawat yang seharusnya dilakukan pukul 11.45, dimajukan menjadi pukul 11.15 namun penumpang tak diberi tahu sama sekali. Keributan pun tak bisa dihindari sehingga petugas keamanan datang. Cekcok berlanjut dengan jumlah pegawai Lion Air dan petugas keamanan sekitar 10 orang.
“Nyaris terjadi adu jotos. Tidak ada tawaran ganti rugi atau kompensasi dari Lion Air. Itu tidak adil,” kata Cornelius.
Ia tak terima dengan perlakuan petugas keamanan bandara karena justru hampir diserang dan dituding mengacau. Cornelius mengaku bersuara keras saat menyampaikan protes tetapi tidak berniat melukai.
Cornelius mengaku sudah sering naik Lion Air dan kerap kecewa. Dalam sebulan, ia naik Lion Air hingga tujuh kali. Namun, pelayanan buruk yang terakhir itu membuat Cornelius memutuskan beralih menggunakan maskapai lain.
Pegawai Operasi Lion Air Palangkaraya, Miftah T membantah jadwal penerbangan dipercepat. Pesawat lepas landas sesuai jadwal yakni pukul 11.40. Para penumpang yang ketinggalan pesawat datang setelah pukul 11.20 sementara proses pengecekan tiket sudah ditutup pada pukul 11.00. Sesuai prosedur, penumpang sudah harus tiba di bandara paling lambat 45 menit sebelum lepas landas atau pukul 10.55.
“Para penumpang yang ditinggal itu karena datang terlambat. Sistem pengecekan tiket otomatis sudah ditutup,” paparnya.










